5 Alasan Mengapa Hari Valentine (juga) Dibenci

TEMPO.CO,

Jakarta - Sebagian menganggap Hari Valentine adalah istimewa, hari ketika segala sesuatu dan semua orang di sekitar Anda tampak bernuansa merah, namun itu bukan warna merah simbol pemberontakan, tapi merah yang penuh gairah dan cinta.

Nuansa cinta ditemukan di bebagai pertokoan pada 14 Februari setiap tahunnya. Tapi, seiring berjalannya waktu dan pemikiran anak muda di negara besar, Hari valentine kini memiliki banyak pembenci.

Sementara beberapa orang berdebat tentang tidak ada yangs alah dalam merayakan 'cinta', beberapa orang lain menunjukkan apa yang salah dengan perayaan ini. Inilah daftar beberapa alasan anak-anak yang membeci Hari Valentine seperti dilansir dari IndiaToday.

1. komersialisasi cinta

Ada yang bilang cinta adalah emosi yang tidak bisa diungkapkan ke dalam kata-kata, tapi saat Velentine cinta biasanya isimbolkan dengan cokelat. Bagaimana mungkin seseorang memikirkan merangkum cinta dalam sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, entah itu sesuatu yang sekecil coekalt atau sesuatu yang sama besarnya dengan berlian. Saat cinta datang dengan label harga, apakah itu benar-benar cinta?

Baca juga:

Tradisi Unik Valentine, Bisa Bertemu Jodoh Saat Subuh

Anda Sudah Beli Kado Valentine? Cek Pilihan Kado Ini

Keren, Pria Ini Memberi Kado Valentine yang Sama Selama 39 Tahun

2. Berpura-pura jatuh cinta

Bagaimana mungkin seluruh dunia merasakan gelombang cinta pada suatu hari tertentu sepanjang tahun? Tak perlu dikatakan lagi, bahwa pertunjukkan cinta ini tidaklah murni. Dengan demikian, seluruh kepura-puraan dalam 'oh so in love' dengan seseorang yang penting adalah yang menghancurkan hari ini bagi kebanyakan anak muda, teutama dengan media sosial yang memainkan peran besarnya.

3. Mengapa cinta terbatas pada pasangan Anda?

Siap bilang Valentine seharusnya menjadi hari di mana Anda mengekspresikan cinta hanya untuk pasangan Anda, seperti yang telah terjadi? Mengapa tidak mengungkapkan cintamu kepada setiap anggota keluarga atau teman yang berarti? Jika hari ini benar-nbenar tentang cinta, emosinya tidak mungkin terbatas hanya untuk satu orang, bukan? Lebih baik lagi, rayakan V-day dengan merayakan cinta yang Anda miliki untuk diri sendiri

4. Tekanan bagi si jomblo

Pikirkan semua orang yang jomblo yang ada dalam hidup Anda. Tidakkah mereka mulai kesal setiap satu hari dalam setahun ini? Mengapa? Karena norma masyarakat menentukan bahwa Anda memiliki teman kencan atau seseorangan yang istimewa untuk merayakan hari ini bersama. Dengan demikian, mereka yang tidak memilki teman kencan merasa seperti menjadi individu yang tak utuh pada 14 Februari setiap tahun, yang jelas tidak baik untuk kesehatan mental orang tersebut.

5. Mempromosikan Patriarki

Siapa yang sebenarnya diharapkan merayakan Hari Valentine? Siapa yang mendapat bungan pada Hari mawar? Lebihd ari apapun, Hari valentine mempromosikan gagasan seorang pria yang merayu wanita baik dengan hadiah dan bunga, atau hanya untuk pergi berkencan bersamanya. Sementara contoh gadis yang memimpin masih sangat sedikit.

5 Alasan Mengapa Hari Valentine (juga) Dibenci
Waspadai 3 Sinyal Stres yang Bisa Anda Alami