Festival Kuliner Ramadan Di Manado Dipadati Pengunjung

Manado - Bulan Ramadan memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner di Manado, Sulawesi Utara. Saat Ramadan tiba, dipastikan beragam kuliner tersaji istimewa untuk berbuka puasa. Menjelang buka puasa, tempat-tempat penjualan makanan dan minuman, baik yang ada di sepanjang jalan utama maupun di pusat perdagangan di Manado, dipadati pembeli.

Sejumlah lokasi festival kuliner pun dibuka di beberapa tempat untuk memenuhi antusiasme masyarakat pencinta kuliner Ramadan. Setiap sore hingga malam terlihat ribuan pengunjung memadati festival kuliner Ramadan di Manado.

Di festival kuliner ini, ratusan menu makanan ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari takjil, menu pembuka, hingga menu utama. Berbagai macam kolak, beragam es, buah segar, dan salad buah, aneka kue, terutama kue-kue khas Manado, seperti kue merah, kue lapis, onde-onde, serta klappertaart, disajikan menarik.

Menu utama pun tidak kalah beragam: bubur Manado, mi cakalang, nasi bakar, ikan bakar, sate, masakan padang, empek-empek, ikan roa, ikan cakalang. Ada juga siomai, gado-gado dan aneka coto.

“Menu buka puasa yang ditawarkan di festival kuliner Ramadan ini sangat menarik, sehingga kami datang mengunjungi kawasan ini. Saya ingin coba nasi bakar,” kata Fabian Caesar, salah seorang pengunjung Festival Kuliner Ramadan 2018, Jumat (8/6).

Salah seorang pemilik konter makanan, Christy menuturkan, pihaknya kewalahan untuk menerima order pengunjung yang ingin menikmati sajian makanan mereka.

Yang menarik dari suasana buka puasa di Festival Kuliner Ramadan ini, selain menu kulinernya yang beraga, juga transaksi pembayaran yang menggunakan uang elektronik atau noncash. Proses transaksi tidak membutuhkan waktu lama, sehingga tidak merepotkan pembeli maupun pedagang.

“Di festival kuliner ini, kami hanya menyiapkan kartu uang elektronik dan tinggal ditempelkan saja ketika akan membayar. Kami tidak perlu bawa uang cash dan menunggu pengembalian,” ujar Fabian.

Supervisor e-banking dan card BRI Kanwil Manado, Anita Warong mengatakan penggunaan uang elektronik di Festival Kuliner Ramadan 2018 merupakan bentuk literasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan uang kontan.

"Kami ingin membiasakan masyarakat menggunakan uang elektronik," katanya.

Festival Kuliner Ramadan di Manado Dipadati Pengunjung