Menuju 2021, Ini 10 Cara Mengatur Keuangan Di Tengah Pandemi

Tren metode pembayaran saat ini terus berkembang, salah satunya dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Bahkan WHO mengimbau masyarakat bertransaksi secara non tunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

Menurut salah satu warga Semarang, Kevin Falurentius mengatakan jika penggunaan QRIS sangat mudah dibandingkan harus membawa uang tunai. Apalagi uang tunai diduga dapat menjadi salah satu penyebar virus dan bakteri.

“Menurut kita ini justru jadi lebih mudah (pakai QRIS) apalagi sekarang nih kita (rata-rata) penggunaannya uang tunai, setelah (menurut) WHO untuk penggunaan uang tunai jadi salah satu penyebar buat covid 19. Makanya dengan transaksi menggunakan QRIS ini justru ini jadi salah satu alternatif buat kita jadi pembayarannya lebih mudah, simpel dan kita bisa terhindar juga dari bakteri atau virus-virus yang ada di uang,” kata Kevin kepada kita semua.

Dia mengaku baru saja menggunakan QRIS untuk berinfaq ke Masjid yang ada di Semarang. Apalagi saat ini semua orang rata-rata sudah menggunakan handphone, sehingga semua lebih mudah.

“Tadi kita habis infak ke masjid itu, kita pakai QR, kita tinggal scan, masukkan aja berapa yang mau kita infaq kan ke sana klik ok, selesai deh. Tidak perlu datang ke tempat, kita bisa langsung dari mana aja dan ini lebih mudah. Apalagi sekarang kita semua sudah pegang handphone,” ucapnya.

Kevin Falurentius mengatakan jika penggunaan handphone saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan handphone sebagai alat pembayaran non tunai, salah satunya menggunakan QRIS.

“Yang jelas kita tidak perlu pegang duit lagi dengan QRIS, duit itu kan kadang-kadang kotor, rusak, dan ada virus segala macam. Dengan ini kan tidak pegang duit, aman dari segi itu,” kata Kevin.

Dia menjelaskan jika metode ini merupakan trend ke depan. Karena sistem pembayaran berubah terus semakin canggih.

“QRIS ini kan salah satu pembayaran yang sedang trending. Dengan perkembangan digital dan teknologi, semakin memudahkan orang dengan transaksi menggunakan handphone di mana saja, pakai kode rahasia jadi lebih aman. Kalau uang elektronik ketika jatuh bisa dipakai orang. Kalau pakai handphone aman apalagi ada kode rahasia kita,” ucapnya.

Bahkan penggunaan QRIS juga sangat menguntungkan bagi masyarakat, apalagi bisa digunakan untuk uang pecahan-pecahan kecil betapa pun lebih mudah menggunakan QRIS. Bahkan masyarakat tidak perlu lagi takut dengan beredarnya uang palsu.

“Jadi scan, bayar, masuk rekening, penjual atau tempat ibadah yang kita sumbangkan jadi langsung masuk rekening dan bisa dipantau secara harian laporannya,” jelasnya.

Penyebaran QRIS sudah mencapai sekitar hampir 20 ribu. “Rata-rata ke penjual dan pembeli kita sosialisasikan terus untuk memudahkan metode pembayaran,” ucapnya.

“Apalagi dengan perkembangan teknologi, seperti sistem aplikasi pembayaran. Masyarakat sudah familiar seperti dana, ovo, go pay, tinggal dia membuat satu menu aja sudah bisa membayar,” ujarnya.

Pengoperasian Bus Rapid Transit atau BRT harus membuat publik terutama pengguna kendaraan pribadi mau beralih memakainya. Jika masyarakat tidak berminat menggunakan layanan BRT, maka Pemkot Semarang dinilai gagal.

“Pengoperasian BRT jangan hanya sekadar ikut-ikutan kota besar lainnya seperti Jakarta dan Joga, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi Kota Semarang agar bisa mengubah perilaku masyarakat.

Untuk itu setidaknya BRT mesti memenuhi tiga aspek antara lain, murah, cepat, dan nyaman yang bisa membuat pengguna kendaraan pribadi dalam hal ini sepeda motor mau beralih.

Tarif BRT tidak boleh melebihi tarif angkutan umum dengan trayek sama untuk mewujudkan moda transportasi yang murah. Agar cepat, waktu kedatangan BRT juga diharapkan tidak melebihi 3 menit pada jam-jam padat. Adapun tingkat kenyamanan diukur dari kondisi kendaraan yang digunakan.

“Jika tiga hal tersebut tidak dipenuhi dan pengguna kendaraan pribadi tidak beralih, bisa dipastikan program BRT telah gagal,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Andi Agus Wandono mengakui, tidak memiliki target agar pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan BRT dalam waktu dekat. “ Sulit untuk membuat pengendara sepeda motor menggunakan BRT,” katanya.

Pada jaman sekarang banyak orang berjualan online pada saat Pandemi dan bisnis yang cocok adalah tanaman. Seperti tanaman aglonema, kata Ronal Sutanto pengusaha online tanaman aglonema dia mengaku mendapat keuntungan Rp1 juta sampai Rp2 juta per hari dia juga mengaku pada saat Pandemi dia di PHK di kantornya dan saat di rumah dia mengembangkan idenya untuk berjualan tanaman karena dia suka tanaman dan setelah tanaman viral ia menggocek uang dengan mudah dan dia tidak hanya berjualan di satu tanaman dia juga menjual. Bunga mawar, bunga melati, bunga matahari dan masih banyak lagi. Dia juga mengandalkan jualan online supaya tanamannya laku dan Sekarang dia sukses dan sekarang memiliki satu mobil dan rumah elite dari hasil menjual tanaman saat Pandemi.

Jadi untuk mendapatkan uang saat Pandemi dia berkata harus rajin memposting foto-foto dagangannya secara rutin. Dia juga berkata berjualan di Pandemi itu memang susah ujarnya. Tapi dengan usaha semua masalah bisa diatasi dengan mudah dan dengan cepat. Jadi Pandemi juga adalah saat di mana kita harus berjualan online. Berjualan online itu tidak memandang usia.

Karena walau kita masih SMP pun jika kita mau sukses bisa hanya dengan berjualan online seperti tanaman, cemilan, dan lain-lain.

Dunia usaha mengalami tekanan yang sangat besar sepanjang 2020. Padahal sebelumnya banyak pengusaha yang memperkirakan ekonomi bakal moncer di 2020. Namun ternyata pertumbuhan ekonomi Semarang ditahun 2020 minus.

“Apalagi di Semarang, baru dalam sejarah pertumbuhan ekonomi minus,” kata Kevin Falurentius.

Padahal, lanjut Kevin, Semarang merupakan kota jasa. Pergerakan manusia menjadi indikator perputaran ekonomi.

Semakin tinggi mobilitas, maka peluangnya semakin besar. Namun, lantaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan, sektor perekonomian jadi ter dampak.

“Makanya ketika ini dibatasi, maka dampaknya ke sektor perekonomian,” kata dia.

Apalagi, pemerintah pusat saat ini tengah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. Di Jakarta, restoran, kafe dan pusat perbelanjaan dibatasi pengunjungnya hingga 25 persen.

Jam operasionalnya juga hanya boleh sampai jam 7 malam. Akibatnya, dunia usaha akan kembali menelan pil pahit pengurangan pendapatan.

“Mall dan pusat perdagangan hanya boleh sampai jam 7 malam. Ini mengurangi omzet mereka. Jadi tahun 2020 ini tahun menyedihkan buat pelaku usaha dan calon investor,” kata dia mengakhiri.

Zaman sekarang aplikasi ovo adalah aplikasi yang sangat berguna di saat Pandemi. Karena ovo bisa digunakan dimana saja dan kapan pun terutama di saat Pandemi ini kita bisa bayar apapun pakai ovo dan cara mengisinya pun mudah bisa di Indomaret Alfamart dll. Ovo juga terdapat di play store dan mendownloadnya pun mudah buka playstore dan cari ovo ketemu dan download. Tidak hanya ovo go pay juga hampir sama dan mengisi saldonya pun murah dan sangat muda dan ini mirip dengan ovo hanya go pay hanya bisa untuk gojek food.

Semarang – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 masih dibayang-bayangi oleh dampak pandemi Covid-19. Namun Sebagian orang yakin bahwa turbulensi akan berakhir karena harapan akan adanya vaksin Covid-19.

Beberapa lembaga keuangan baik kelas dunia maupun nasional termasuk juga para menteri telah mengeluarkan prediksi angka pertumbuhan ekonomi di 2021.

Berikut ini prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 dari berbagai lembaga keuangan dan juga menteri, seperti dirangkum oleh Kevin Falurentius.

World Bank (Bank Dunia)

Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2021, World Bank pada rilis tangga 17 Desember 2020 memperkirakan ekonomi Indonesia bakal tumbuh positif 4,4 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yakni 4,7 persen.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn menjelaskan, koreksi ini mencerminkan pemulihan yang lebih lambat dari perkirakan untuk kuartal III dan sebagian kuartal keempat akibat pembatasan sosial dan meningkatnya kasus Covid-19.

“Proyeksi kami untuk 2020 sudah diestimasikan ada sedikit resesi, tapi ada perubahan pada 2021 yaitu tumbuh 4,4 persen untuk PDB riil dan 5,5 persen untuk government budget balance,” katanya dalam Indonesia Economy Prospects, pada Kamis 17 Desember 2020.

Meski demikian, Bank Dunia mencatatkan ekonomi Indonesia 2021 akan membaik dan perlahan menguat pada 2022. Hal ini didasarkan pada pembukaan ekonomi tahun depan yang diikuti pembukaan lebih lanjut serta dilonggarkannya aturan pembatasan sosial sepanjang 2022.

Bank Dunia memperkirakan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan berada di angka 4,4 persen yang secara umum didorong oleh pemulihan konsumsi swasta. Seiring dengan longgarnya pembatasan sosial.

Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan kinerja ekonomi global terus menunjukkan perbaikan. Dia memperkirakan perbaikan ini akan meningkat lebih tinggi pada tahun depan.

“Kinerja perekonomian global terus menunjukkan perbaikan, dan diprakirakan akan meningkat lebih tinggi pada 2021,” kata Perry di Jakarta, pada Kamis 17 Desember 2020.

Perbaikan ekonomi dunia ini dipicu peningkatan mobilitas yang terjadi di berbagai negara. Selain itu, dampak stimulus kebijakan yang berlanjut juga ikut berkontribusi. Terutama stimulus yang ada di Amerika Serikat (AS) dan China.

Perkembangan sejumlah indikator dini pada bulan November 2020 mengonfirmasi perbaikan ekonomi global yang terus berlangsung. Antara lain kenaikan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur dan jasa berlanjut di AS dan Tiongkok.

Keyakinan konsumen dan bisnis terus membaik di AS, Tiongkok, dan kawasan Eropa. Tingkat pengangguran juga mulai menurun di banyak negara. Dari perkembangan tersebut, perbaikan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut dengan tumbuh di kisaran 5 persen pada tahun 2021.

“Perbaikan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut dengan tumbuh di kisaran 5 persen pada tahun 2021, setelah terkontraksi 3,8 persen pada tahun 2020,” kata Perry.

Riset Oxford dan ICAEW

Laporan prospek ekonomi terbaru dari Oxford Economics, bersama the Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di seluruh Asia Tenggara (ASEAN) minus 4,1 persen pada 2020. Namun kemudian pada 2021 angka pertumbuhan ekonomi ASEAN akan melonjak tajam menjadi 6,2 persen.

Dalam laporan tersebut, pemulihan ekonomi di ASEAN sebagian disebabkan oleh low base effect dari tahun ini, tetapi kebijakan makro dinilai akan tetap berperan akomodatif, dengan dukungan fiskal yang ekstensif dan suku bunga rendah.

Dikutip dari laporan tersebut, bagi Indonesia khususnya, laju pemulihan dinilai masih belum pasti, terutama akibat tren mobilitas yang lemah, impor yang tergelincir dua digit, dan melemahnya penjualan retail. Meskipun demikian, volume penjualan retail dan produksi industri di Indonesia relatif stabil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya yang terpukul cukup keras.

Secara keseluruhan, pandemi diperkirakan akan meninggalkan bekas luka permanen pada ekonomi Indonesia, yang diperkirakan akan menyusut sebesar 2,2 persen di 2020 sebelum melonjak menjadi 6 persen pada 2021, dengan bantuan belanja konsumen dan infrastruktur.

Dalam tingkat global, periode lockdown dan social distancing yang berkepanjangan diperkirakan akan membatasi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Hal ini menyebabkan kecil kemungkinan angka PDB akan kembali seperti sebelum COVID-19, dan kegiatan perdagangan juga diprediksi akan kembali aktif sebelum akhir 2021.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 bakal berada di 5,5 persen. Optimisme tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah di tahun depan.

“Dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan secara optimal, maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021,” kata dia pada 10 Desember 2020.

Dia menambahkan, optimisme pemerintah mengejar laju pertumbuhan sebesar 5,5 persen di 2021 juga sejalan dengan proyeksi pertumbuhan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional. Misalnya Sadiah OECD memproyeksikan ekonomi 2021 sebesar 4,0 persen dan ADB 5,3 persen.

Selain itu juga World Bank memperkirakan ekonomi tahun depan bakal berada di kisaran 4,4 persen. Kemudian ia memperkirakan sebesar 6,1 persen dan Bloomberg Median sekitar 5,6 persen.

“Sementara untuk APBN yang sudah ditetapkan pertumbuhannya sebesar 5,0 persen,” jelas dia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak menuju perbaikan di tahun 2021. Namun perbaikan perekonomian ini bergantung pada kecepatan pemerintah dalam melakukan program vaksinasi secara nasional.

“Kami memiliki keyakinan bahwa pergerakan perekonomian nasional yang sangat tergantung pada vaksin yang ada dan ini perlu jadi perhatian pemerintah,” kata Kepala Puslit Ekonomi, LIPI, Agus Eko Nugroho pada Kamis 17 Desember 2020.

Agus menuturkan, keberadaan vaksin dan program vaksinasi nasional akan mendorong ekspektasi sektor konsumsi. Dia pun membuat beberapa simulasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2021.

Bila tahun depan berjalan tanpa vaksin, maka PDB akan tumbuh di kisaran 1,57 persen sampai 2,07 persen. Bila vaksinasi telah dilakukan sebanyak 30 persen maka pertumbuhan ekonomi akan tumbuh di kisaran 2,99 persen sampai 3,49 persen.

Bila proses vaksinasi telah mencapai 50 persen pada 2021, maka pertumbuhan PDB diprediksi tumbuh 3,21 persen sampai 3,7 persen. Sedangkan bila proses vaksinasi telah dilakukan 80 persen, maka PDB akan tumbuh di kisaran 3,53 persen sampai 4,09 persen.

“Kalau ini bisa sampai 4 persen ini bisa jadi prestasi,” kata Agus.>

Bank Mandiri

Direktur Treasury and International Banking PT Bank Mandiri (Persero), Panji Irawan yakin ekonomi Indonesia akan pulih di tahun depan, Pemulihan tersebut akan mulai terlihat pada kuartal II 2021. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 4,4 persen.

“Kami meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan mampu melewati Pandemi ini dengan pemulihan yang mungkin bisa kita lihat pada kuartal ke dua tahun 2021. Kami memperkirakan pada kuartal I tahun 2021 perekonomian Indonesia sudah bisa balik kembali tumbuh positif, sehingga secara full year akan dapat tumbuh sebesar 4,4 persen,” ujar dia pada Selasa 22 Desember 2020.

Menurutnya, proyeksi ini didasarkan pada asumsi kurva infeksi Covid-19 dapat dikendalikan. “Alhasil penerapan protokol kesehatan harus lebih diketatkan,” paparnya.

Selain itu, adanya prospek pengadaan dan produksi vaksin secara global juga akan memperbaiki kinerja perekonomian global, termasuk Indonesia. “Sehingga masalah pandemi ini bisa cepat teratasi,” terangnya.

Panji menambahkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 juga ditunjang atas perbaikan berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama beberapa bulan terakhir. Khususnya terkait kebijakan Fiskal dan Moneter.

“Seperti respons kebijakan Fiskal dan Moneter yang sangat kian baik dari Pemerintah dan Otoritas Fiskal, Moneter, dan Perbankan melalui berbagai stimulus kepada perekonomian, sektor riil dan perbankan,” ucapnya.

Kemudian, disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalammenciptakan iklim investasi di Indonesia yang lebih baik dan kondusif. “Sehingga diyakini realisasi investasi di tanah air akan lebih meningkat sebagai pendorong pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.

Terakhir, adanya perbaikan dari harga-harga komoditas utama Indonesia seperti CPO, batubara dan karet. Walhasil akan mendongkrak perekonomian pada beberapa wilayah di Indonesia penghasil komoditas tersebut setelah meningkatnya penerimaan daerah.

INDEF

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 3 persen pada tahun 2021.

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, pandemi Covid-19 masih menghantui kelas menengah untuk melakukan konsumsi.

“Dengan segala perkembangan global maupun domestik, kita perkirakan perhitungan di 2020 ini -1,35 persen, dan tahun 2021 itu 3 persen,” ujar Tauhid dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, pada Senin 23 November 2020.

Lanjut Tauhid, laju kredit perbankan diprediksi hanya mencapai 5 hingga 6 persen dari prediksi normal 9 hingga 11 persen dikarenakan permintaan yang belum normal.

“Wajar Bank Indonesia kemarin menurunkan suku bunga menjadi 3,75 persen untuk antisipasi penurunan laju kredit, sekarang pertumbuhan di bawah 1 persen bahkan kemarin September 0,28 persen, ini harus ditingkatkan,” jelasnya.

Inflasi di tahun 2021, menurut proyeksi Indef, akan menyentuh angka 2,5 persen dari yang normalnya 3 persen. Hal ini dikarenakan program pemulihan ekonomi masih belum terlaksana dengan optimal dan daya beli masyarakat masih terbatas. Untuk suplai pangan dan kebutuhan pokok, Tauhid menjelaskan, tidak ada masalah berarti.

Pada jaman pandemi ini sebaiknya jika kita melakukan jual beli dengan online dengan cara menggunakan aplikasi OLX di OLX ini bisa menjual rumah, properti, juga bisa mencari lapangan pekerjaan juga bisa menjual mobil, motor, sepeda, binatang dll. Di OLX ini kita bisa melakukan jual beli dengan mudah. Dan pengguna OLX lebih dari 100rb orang dan OLX ini bisa di install di playstore dan dijangkau di seluruh Indonesia. Dan OLX ini juga membantu perekonomian pak Anji.

Dia dulunya hanya sopir sekarang dia membuka showroom online di OLX dan dia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp12 juta per bulan dengan menjual mobilnya. Dia bisa sukses karena dia berjualan online kecil-kecillan dan lama-lama sukses. Karena itu jualan online bisa membuat kita sukses.

Bayar Tanpa Cash Bisa Cegah Penularan Virus Corona
Memiliki Asuransi Kesehatan, Menjadi Lebih Penting di Masa Pandemi
OJK Siapkan Stimulus Lanjutan Pemulihan Ekonomi
Solidaritas hingga Tuntas
Aneka Mimpi Mewarnai Resolusi
Bersiap Bila Pilkada 2022
17 Tahun Kabupaten Dharmasraya, Sutan Riska: Tonggak Awal Menuju Dharmasraya Sejahtera Maju dan Berbudaya