Mohammad Nuruzzaman Sebut Gerindra Gunakan Isu Agama Di Pilkada DKI

Pernyataan kader Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman untuk mundur dari Gerindra disinyalir disebabkan oleh jalan politik Gerindra yang dinilai keluar dari rel. Nuruzzaman bahkan mengataan ada sejumlah kader Gerindra yang memang memanfaatkan isu agam sebagai senjata utama mereka dalam berpolitik.

Nuruzzaman pun mencontohkan, hal itu terbukti digunakan terbaru saat pemilihan Gubernur di Provinsi DKI Jakarta.

"Saya tidak tahu dan tidak terlibat dalam soal itu, tapi begini bahwa beberapa kader Gerindra turut memanfaatkan isu tersebut (isu agama), iya," ujar Nuruzzaman saat dihubungi

kumparan, Selasa (12/6).

Namun Nuruzzaman mengatakan tak mengetahui apakah isu agama sudah digunakan Gerindra sejak awal untuk memperoleh kekuasaan atau tidak. Meski ia memastikan memang ada sejumlah kader yang memanfaatkan isu agama untuk kepentingan politik partai.

Semangat Lansia di Pilkada DKI© Disediakan oleh Kumparan Semangat Lansia di Pilkada DKI

"Tetapi apakah itu digodok di Gerindra atau tidak, saya tidak tahu. Tetapi bahwa Gerindra menikmati dan menunggangi isu itu untuk kepentingan politik, itu sangat iya sangat mungkin," ucap Nuruzzaman.

Nuruzzaman juga menyampaikan keberatannya dengan jalan politik yang menurutnya tidak sesuai tersebut. Hanya saja, hingga saat ia menyatakan keluar dari Gerindra, masukannya masih tidak didengarkan oleh kader yang lainnya.

"Seperti yang tadi saya sampaikan bahwa isu agama digunakan hanya untuk kepentingan kekuasaan yang itu membuat saya sakit hati dan tidak setuju, saya protes berkali-kali ke beberapa orang di Gerindra, tapi direspon kurang baik," kata Nuruzzaman.

Mohammad Nuruzzaman Sebut Gerindra Gunakan Isu Agama di Pilkada DKI
Gerindra Benarkan Wasekjen Nuruzzaman Mundur
Diancam Somasi, Nuruzzaman Tabayyun dengan Elite Gerindra Usai Lebaran