Mudik Jadi Momentum Untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Pansela

Pembangunan jalur Pansela juga untuk membuka akses pemerataan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Mudik menjadi momentum yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di jalur pantai selatan (Pansela) Jawa. Kemudian, hal itu dapat memberikan efek domino bagi pembangunan peradaban perekonomian masyarakat.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, mudik Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah telah hampir sepekan berlangsung. Selain jalur Tol Trans Jawa dan pantai utara (pantura) Jawa, pemudik yang kembali ke kampung halaman juga memanfaatkan jalur pantai selatan (Pansela).

Ia mengatakan pembangunan jalur Pansela tidak hanya sebatas untuk mengurangi kepadatan lintas di Pantura dan tengah Pulau Jawa. Pembangunan jalur Pansela juga untuk membuka akses pemerataan ekonomi di jalur selatan.

“Melalui pergerakan pemudik melalui pantai selatan, saya yakin mereka akan terinspirasi bahwa ada potensi dan kekuatan baru yang perlu eksplorasi untuk kepentingan ekonomi kedepan,” kata dia, dalam rilis yang diterima

Republika.co.id, Kamis (14/6).

Karena itu, dia menjelaskan, pemerintah daerah dan investor dapat bergerak cepat menggarap potensi-potensi lokal untuk dijadikan pusat perekonomian baru. Pada giliran, pusat perekonomian baru ini bisa berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pansela.

Ia menegaskan, banyak potensi lokal, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan budaya, yang bisa menjadi pemantik pembangunan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan ini baik itu dalam jangka menengah maupun panjang.

Pembangunan sentra-sentra perekonomian tersebut nantinya disokong oleh berbagai sektor. Mulai dari sektor ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga UMKM.

Dari sisi pertanian, ia mengatakan, keberadaan jalur Pansela itu akan mempermudah akses distribusi hasil panen. Ia mengatakan hal ini membuka peluang bagi pasar besar untuk mengambil langsung kepada para petani.

Di sektor industri, ia berharap, akan muncul pabrik baik skala besar maupun menengah di wilayah tersebut. Dengan demikian, keberadaan industri itu dapat menyerap tenaga kerja. 

Dari sisi ekonomi kreatif, ia berharap dapat memancing masyarakat untuk menghasilkan kerajinan lokal yang memiliki nilai ekonomis. Sementara dari sisi pariwisata, dapat memberikan pendapatan bagi daerah, serta menggeliatkan UMKM dan industri rumahan. 

“Jika ini terwujud, dalam jangka pendek akan memberikan pengaruh kepada ekonomi mikro dan pada jangka panjang akan memberikan inspirasi yang perlu digali," kata mantan Panglima TNI ini.

photo
Mudik Sembari Berburu Foto di Jalur Pansela

Pendiri KAHMI Preneur, Kamrussamad, sepakat jalur Pansela memiliki potensi yang sangat besar guna membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Begitu akses jalan terbuka, maka ekonomi lokal akan tumbuh dengan sendirinya dan ini akan mendorong usaha-usaha baru di Pansela,” kata dia. 

Ia juga mengamini perlunya komitmen dari pemerintah daerah dan investor untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM atau pengusaha lokal. Dengan demikian, pelaku UMKM dan pengusaha lokal bisa mendapatkan dampak perekonomian langsung dari pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah.

“Jadi, kuncinya Pemerintah konsisten membangun infrastruktur dan melibatkan pelaku ekonomi daerah. Sehingga, akan memiliki efek besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Samad.

Terpisah, Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi, mengatakan, jalur Pansela dapat membuka akses pembangunan perekonomian masyarakat, termasuk di perdesaan. Ia mengatakan pansela adalah terobosan luar biasa untuk memotong rantai biaya transportasi.

Pansela juga membuka isolasi wilayah selatan Jawa. “Termasuk dikembangkan sentra- sentra ekonomi untuk memasarkan hasil produksi masyarakat, baik yang berbasis UMKM perdesaan,” katanya.

Mudik Jadi Momentum untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Pansela
Mudik Lebaran, Momentum Rangsang Ekonomi Pantai Selatan Jawa