Tak Larang Hari Valentine, Sandiaga Uno: Agar Penjual Bunga Laku

TEMPO.CO,

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan tak akan melarang perayaan Hari Valentine di ibu kota. Ia memiliki alasan untuk tidak melarang Hari Kasih Sayang itu. “Supaya yang jual bunga mawar bisa laku,” kata Sandiaga di Kinanti Building,  Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Bahkan, menurut Sandiaga, ia turut merayakan Hari Kasih Sayang ini dengan memberikan bunga kepada istrinya, Nur Asia. “Sudah tadi pagi (memberikan bunga), nanti saya upload. Happy Valentine,” ujarnya.

Berbeda dengan Jakarta,  Dinas Pendidikan Kota Depok secara resmi mengeluarkan imbauan agar pelajar tidak merayakan Hari Kasih Sayang pada 14 Februari 2017. "Valentine’s Day bukan budaya orang Indonesia," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chaerijah, kemarin.

Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran larangan siswa merayakan Valentine’s Day di dalam atau di luar sekolah. Surat edaran tersebut sudah dikirim ke semua sekolah di Depok pada 8 Februari lalu. "Depok tegas melarang perayaan tersebut," ujarnya.

Menurut Sandiaga Uno, Hari Valentine ini sebenarnya bisa dimaknai perayaan cinta kepada pencipta dan sesama manusia. “Tapi tentunya ini cinta kepada Allah yang paling penting. Perayaan cinta kepada pencipta, juga sesama manusia. Amin,” katanya.

Tak Larang Hari Valentine, Sandiaga Uno: Agar Penjual Bunga Laku