Valentine Day, Penjualan Kondom Di Padang Sepi Pembeli

Merdeka.com - Meski bertepatan dengan momen hari kasih sayang sedunia atau valentine day, penjualan alat kontrasepsi jenis kondom di Kota Padang, Sumatera Barat, turun drastis. Seperti diketahui peringatan Valentine Day identik dengan seks bebas.

Dari penelusuran merdeka.com di kawasan Tarandam, Kota Padang, Sumatera Barat, para pelaku usaha apotek mengaku jual beli alat kontrasepsi sangat menurun. Bahkan, tiga hari sebelum Valentine Day tidak ada sama sekali kondom laku terjual.

"Tidak ada (pembeli) sangat sepi, Kota Padang sudah sangat jauh dari perbuatan maksiat," cetus salah satu pemilik apotek yang enggan disebutkan namanya saat diwawancara merdeka.com, Rabu (14/2).

Begitu pun menjelang hari H (malam nanti), dia menambahkan, tidak ada sama sekali pembeli yang datang ke apotek miliknya untuk menanyakan atau membeli kondom. "Kalau pun ada, lihat-lihat siapa yang beli dulu, kalau remaja enggan saya kasih," sambungnya.

Menurutnya, bagi pembeli kondom yang datang ke apotek miliknya akan dijual kalau pembeli merupakan para pasangan suami istri yang sah. "Kalau ada remaja yang masih sekolah tidak saya jual, kan bisa nanti lihat paras wajahnya dan diketahui umurnya berapa," katanya.

Masih di kawasan yang sama, hal senada juga diutarakan oleh pemilik apotek lainnya. Diungkapkannya, penjualan kondom sangat turun hingga 50 persen tidak hanya di Valentine Day namun juga saat tahun baru kemarin.

"Sudah sangat jarang laku, kondom 50 persen berkurang penjualannya. Sejak malam tahun baru lalu maupun sekarang yang katanya hari Valentine Day," ungkap pemilik apotek yang juga enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang juga telah mengeluarkan surat edaran himbauan bagi masyarakat untuk tidak merayakan valentine day. Dari surat edaran itu menyatakan bahwa haram hukumnya bagi merayakan hari kasih sayang itu. Selain itu, juga tertulis lima poin penting dalam surat edaran tersebut, yaitu:

1. Merayakan hari kasih sayang sebutan hari Valentine bukanlah budaya Minangkabau dan muslim.

2. Dalam referensi Islam dan budaya Minangkabau yang berfilosofi adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah tidak ada mengatur tentang hari Valentine. Valentine itu ujung-ujungnya hanya pergaulan bebas.

3. Hari Valentine cendrung orang permisif dan melanggar norma-norma bentuk pengrusakan budaya kepatuhan. 4. Kepada orang tua, guru, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, cerdik pandai, dan pemuka masyarakat, haruslah punya peranan penting, untuk mencerdaskan, mengingatkan, mendidik serta melarang anak kemenakan generasi muda untuk tidak ikut merayakan hari Valentine.

5. Kepada pemilik hotel dan tempat hiburan lainnya agar tidak mengadakan acara dan menyediakan tempat untuk merayakan Valentine Day.

[rhm]

Valentine Day, penjualan kondom di Padang sepi pembeli