Waspada Lur! Orderan Fiktif Minta Pulsa Incar Pedagang Di Pemalang

Pemalang -

Sejumlah pedagang kuliner di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah beberapa waktu ini menjadi korban orderan fiktif. Pelaku yang mengaku sebagai tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas atau rumah sakit itu juga minta korban mengirimkan pulsa senilai Rp 100-400 ribu.

Modus pelaku mengaku sebagai dokter atau bidan di Puskesmas atau rumah sakit di sekitar lokasi para korban berjualan. Untuk meyakinkan korban, foto profile penipu itu menggunakan foto ala seorang nakes berwarna putih dan memakai nama Zinatul Fanizah.

Salah seorang pedagang yang jadi korban yakni, Sardo (55), pemilik Bakso dan Mie Ayam Lada Royba. Sardo mengaku sempat mengirimkan pulsa senilai Rp 400 ribu ke tiga nomor ponsel berbeda dan sembilan bungkus bakso balungan dan satu mi ayam.

"Saya menerima pesanan. Mengaku seorang dokter di Puskesmas Randudongkal. Total sembilan mie ayam dan satu bakso," kata Sardo, saat ditemui

detikcom, di lapak jualannya, Jalan Raya Majagong, Randudongkal, Pemalang, Rabu (13/01/2021).

Baca juga: Tangis dan Peluk Haru Anak-Ibu Kandung di Demak Usai Laporan Polisi Dicabut

Dia menyebut pesanan fiktif itu datang lewat WhatsApp (WA). Dia mengatakan sejak pandemi Corona pesanan banyak datang lewat ponsel ketimbang pelanggan yang makan di tempat.

"Saya buatkan sembilan mi ayam dan satu bakso. Tidak lama kemudian dia menghubungi lagi, sekalian minta ditransfer pulsa, pertama Rp 100 ribu, dua kali nomor yang sama. Kemudian minta lagi seratusan untuk dua orang temanya," jelasnya.

Sardo mengaku tak menaruh curiga. Tak lama, Sardo langsung mengantar pesanan itu ke Puskesmas Randudongkal.

"Setelah saya ketemu petugas Puskesmas dan menyampaikan pesanannya, saya malah diketawain. Katanya saya orang ketiga dengan tujuan yang sama, mengantar makanan," kata Sardo.

Dia kaget ketika diberitahu menjadi korban penipuan. Terlebih, dia baru sadar tak ada dokter bernama Zaenatul Faniza di Puskesmas Randudongkal.

"Saya sudah bungkuskan mi dan bakso, dan juga transfer pulsa total Rp 400 ribu, ternyata saya ditipu orang," ujarnya kelu.

Saat di Puskesmas, Sardo mengaku juga bertemu dengan pedagang ayam, dan makanan lainnya. Ternyata mereka juga menjadi korban penipuan dengan modus yang sama.

"Dari peristiwa itu, saya langsung share ke Facebook kuliner Randudongkal, agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Ternyata, banyak tanggapannya. Beberapa daerah mengalami hal yang sama," jelasnya.

"Ternyata tidak saya saja, bahkan banyak yang mengalami. Nggak (lapor polisi), ya sudah saya ikhlaskan sebagai bentuk amal saya," sambung Sardo.

Baca juga: Gondol Ratusan Juta Dana PNPM, 2 Wanita Rembang Dijebloskan ke Tahanan

Peristiwa serupa juga dialami Zein Hasan (34) warga Randudongkal yang berjualan nasi ayam G-Poex. Zein juga mengaku mendapatkan pesanan fiktif via WA.

"Jadi saat itu, ada yang mengaku tenaga kesehatan dari Puskesmas Randudongkal, namanya Zaenatul Faniza. Melalui pesan singkatnya memesan 10 paket," jelas Zein.

Dia juga mengaku mendapatkan pesanan dan diminta untuk mengirimkan pulsa.

"Tidak lama kemudian, pelaku ini kirim pesan kembali, untuk sekalian minta dibelikan pulsa dengan nomor yang sama sebesar Rp 100 ribu," jelasnya.

Karena penasaran dengan pesanan tersebut, dia langsung meminta konfirmasi ke salah seorang petugas Puskesmas. Kebetulan, dia sudah kenal beberapa petugas di Puskesmas Randudongkal. Beruntung, Zein belum membuatkan pesanan tersebut sehingga selamat dari penipuan itu.

"Saya datangi Puskesmas benar tidak memesan ayam dan pulsa, ternyata tidak. Bersamaan itu, saya ketemu dengan Pak Sardo, mi ayam, membawa 10 bungkus mie ayam ke Puskesmas, tujuannya untuk mengantarkan pesanan ke orang yang sama," katanya.

Waspada Lur! Orderan Fiktif-Minta Pulsa Incar Pedagang di Pemalang
BPPTKG Ungkap Kondisi Terkini Kubah Lava Gunung Merapi