Lindungi Hak Anak, LPSK Sinergi Dengan Pekerja Sosial Dan Akademisi

Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan perhatian serius terhadap perlindungan hak-hak anak yang menjadi korban maupun saksi dalam kasus eksploitasi seksual.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengungkapkan, data menunjukkan 21.000 anak Indonesia menjadi korban kekerasan. Dari jumlah itu, sebanyak 42-46 persen merupakan korban kekerasan seksual.

“Kekerasan seksual pada anak merupakan kejahatan, apalagi sampai eksploitasi atau komersialisasi. Ini harus diselesaikan dan jadi tanggung jawab bersama,” kata Semendawai di sela seminar seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/3).

Seminar yang diselenggarakan LPSK bekerja sama dengan END Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia ini dihadiri para pekerja sosial dari berbagai lembaga, akademisi yang konsen terhadap masalah anak serta para tokoh agama. Selain Ketua LPSK AH Semendawai, turut menjadi narasumber yaitu Puji Astuti Santoso dari Kementerian Sosial serta praktisi pekerja sosial Hadi Utomo.

Dalam sambutannya, Semendawai menuturkan, LPSK menyambut baik tawaran kerja sama dari ECPAT Indonesia untuk menggelar seminar. Apalagi, dua isu sentral yang dibahas sangat penting, yakni eksploitasi seksual anak dan peran pekerja sosial.

Selama ini, kata Semendawai, LPSK sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti praktisi hukum, dokter, dan psikolog. Namun, dalam kaitannya melindungi hak anak saksi maupun anak korban, tetap dibutuhkan pendampingan yang kuat dari pekerja sosial. “Melalui seminar ini diharapkan bisa terbangun jaringan antarlembaga untuk penanganan masalah anak,” ujarnya.

Board ECPAT Indonesia Ahmad Marzuki mengatakan, permasalahan eksloitasi seksual terhadap anak merupakan salah satu isu penting. ECPAT berupaya melakukan advokasi guna membangun perlindungan yang efektif. Dalam memberikan perlindungan pada anak, setidaknya terdapat dua hal pokok, yaitu rehabilitasi dan terintegrasi. “Kita ingin ada share pengalaman dari para narasumber dan peserta yang hadir,” ujar dia.

Tak hanya itu, dari pertemuan itu diharapkan tercipta jejaring antarlembaga atau pihak-pihak yang fokus pada masalah anak, khususnya berkaitan dengan eksploitasi seksual anak, sehingga ke depan bisa saling berkomunikasi.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

Lindungi Hak Anak, LPSK Sinergi dengan Pekerja Sosial dan Akademisi
LPSK-KemenBUMN bantu biaya pendidikan 42 anak korban kejahatan
Libu-AMAN bantu Pemda Sulteng lindungi perempuan dalam konflik sosial
LPSK Ingatkan Korban Saipul Dilindungi UU
DKMG Terima Bantuan Ratusan Tabung Oksigen Donasi Pertamina dan AIA
PLN Peringati HUT RI ke-74 di Ujung Barat Indonesia
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi RS Darurat...
Wali Kota Medan Terapkan Aspek Kesinambungan Dalam Pembangunan Infrastruktur